MURAH TAPI BUKAN MURAHAN

Bagaimana cara menilai apakah barang/jasa yang kita beli bernilai mahal atau murah?
Terkadang dalam memutuskan untuk membeli barang dengan system kredit, banyak calon nasabah yang melihat mahal atau murahnya dari jumlah angsuran yang dia bayar setiap bulan saja.
Demikian pula ketika memutuskan untuk bergabung menjadi agen penjualan dalam bisnis pembiayaan, yang dilihat hanyalah komisi atau fee yang didapat pada saat itu saja.
Alkisah tersebutlah seorang agen penjualan dengan nama Pak Budi (nama disamarkan, apabila terdapat kesamaan maka hanyalah kebetulan semata), ditawarkan disuatu perusahaan pembiayaan untuk menjadi agen penjualan di perusahaan tersebut, kita sebut saja namanya X Finance. Komisi penjualannya sangat menggiurkan, hampir 100% lebih besar dari yang biasa ia dapatkan dari finance sebelumnya.
Singkat cerita, karena tergiur dengan komisinya yang sangat tinggi, maka Pak Budi pun mulai memberi refrensi kepada X finance. Diawal-awal bulan, semua berjalan lancar, pak Budi menerima komisi yang besar di awal. Hampir semua nasabah yang diajukan pak Budi disetujui. Nasabah juga senang karena angsurannya lebih murah 10 ribu rupiah!
Baguslah! Pundi-pundi komisipun segera bertambah dengan cepat.
Masalah terjadi di bulan ke 6, dimana mulai ada tunggakan dari nasabah-nasabah pak Budi, pihak X finance meminta pak Budi untuk bertanggung jawab, bahkan sampai harus melakukan talangan , bukan itu saja, Pak Budi harus banyak menerima keluhan karena pencairan nasabah selalu terpotong, tidak sesuai komitmen.
Tak selang beberapa lama X finance terpaksa harus menutup satu persatu cabangnya karena kerugian yang diderita (bagaimana tidak?semua nasabah disetujui, memang persyaratan kredit hanya KTP saja waktu itu) salah satunya adalah cabang di kota pak Budi, alangkah bingungnya pak Budi, karena banyak nasabah pak Budi yang bingung bagaimana cara mengambil agunan BPKB dan Sertifikat mereka. Cabangnya saja sudah tutup?
Bagaimana cara mengurusnya?
Dari yang memiliki banyak nasabah,akhirnya omset pak Budi menurun drastis banyak nasabah yang kecewa dan kehilangan kepercayaan dengan pak Budi. Menyesal rasanya meninggalkan mitra Finance yang lama, apalagi melihat rekan bisnis pak Budi di perusahaan finance yang lama bisa pergi umroh, dan mendapat bonus dari loyalty mereka, makin menyesal pak Budi pernah meninggalkan perusahaan tersebut.
Nah dari cerita diatas maka murahnya angsuran 10rb rupiah, dibandingkan dengan keamanan jaminan nasabah , menjadi jumlah yang tidak seberapa. Demikian juga dengan fee yang besar didepan tidak akan ada artinya apabila bisnisnya tidak berkelanjutan.
Dalam bermitra, memang harus menguntungkan dua belah pihak, apabila hanya menguntungkan salah satu pihak, maka dapat dipastikan kemitraan tidak bertahan lama.
Adira Finance selalu mengutamakan keuntungan bagi Nasabah, bagi AXI dan Mitra Bisnis Adira yang lain. Sehingga semua pihak bisa diakomodir kebutuhannya. Di Adira finance angsurannya jelas, murah tapi bukan murahan. Programnya menarik. Perhitungan komisi bagi AXI dan Mitra Lain juga sangat transparan.
Segera hubungi kami!

Diposting oleh : Administrator Tanggal posting : 01 Mar 2016

Testimonials

sejak menjadi AXI sy dapat membantu perekonomian keluarga, bersyukur sekali..kerja yg flexibel namu.. Lihat
~ HIDAYANTI AXI Balikpapan

Halo, Salam AXI!!
~ A SUDRAJAT AXI Bandung 1

"Bergabung menjadi AXI jelas menguntungkan,Selama Org Masih Butuh Dana Tunai BPKB selama itulah bisn.. Lihat
~ GUSTI WARDATI AXI Samarinda